Kelompok Deviden adalah kelompok yang dibentuk dalam rangka penyelesaiaan berbagai tugas kelompok mata kuliah Manajemen Keuangan pada Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Jogyakarta dengan dosen pengampu Bapak A. Jatmiko Wibowo, SE;S.I.P; MSF pada semester Gasal tahun akademik 2011/2012. Kami terdiri dari empat orang mahasiswa yang memiliki karakter dan minat berbeda. Kami berkomitmen untuk secara bersama saling membantu, menjadi teman diskusi dalam rangka meningkatkan pemahaman kami tentang Manajemen Keuangan.

     Sebagai langkah awal, berikut ini kami deskripsikan sedikit materi tentang Deviden yang kami ambil sebagai nama kelompok ini dan mengapa kami memilih Deviden sebagai nama kelompok.

A. DEVIDEN

         Deviden adalah “pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki”( (http://id.wikipedia.org/wiki/Dividen). Pengertian lain deviden menurut Husnan dan Pudjiastuti dalam http://www.pksm.mercubuana.ac.id adalah laba yang diperoleh perusahaan dan tersedia bagi pemegang saham. Dari dua defenisi ini dapat disimpulkan bahwa deviden akan diterima oleh pemegang saham jika laba perusahaan tersedia untuk itu.

Jenis Deviden

  1. Dividen tunai (cash dividen), yaitu dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya. Dividen ini yang paling umum dan banyak digunakan dalam pembagian saham.
  2. Dividen saham (stock dividen), yaitu dividen yang dibagikan perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk saham perusahaan sehingga jumlah saham perusahaan menjadi bertambah.
  3. Dividen scrip, yaitu dalam bentuk perjanjian tertulis untuk membayar dalam jumlah tertentu pada waktu yang disepakati.
  4. Dividen property (property dividen), yaitu dividen yang dibagikan dalam bentuk aktiva lain selain kas atau saham, misalnya aktiva tetap dan surat-surat berharga.
  5. Dividen likuidasi (liquidating dividen), yaitu dividen yang diberikan kepada pemegang saham sebagai akibat dilikuidasikannya perusahaan. Dividen diperoleh dari selisih antara nilai realisasi aset perusahaan dikurangi dengan semua kewajibannya.

B. ALASAN PEMILIHAN NAMA DEVIDEN

        Seperti yang kita ketahui bersama bahwa salah satu tujuan dari organisasi bisnis adalah untuk mendapatkan laba dengan memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya. Laba yang didapatkan dari kegiatan operasional perusahaan kemudian diperuntukkan pada berbagai hal diantaranya adalah untuk dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimilikinya. Perlu diketahui bahwa pemegang saham tidak secara langsung terlibat dalam operasional perusahaan. Kami mengambil contoh Perseroan. “Dalam menjalankan kegiatannya, suatu Perseroan diwakili oleh Direksi (agents) yang ditunjuk oleh para pemegang saham (principals). Menurut teori agency, agent harus bertindak secara rasional untuk kepentingan principal-nya. Agent harus menggunakan keahlian, kebijaksanaan, itikad baik, dan tingkah laku yang wajar dan adil dalam memimpin Perseroan. Dalam praktek timbul masalah karena ada kesenjangan kepentingan antara para pemegang saham sebagi pemilik perusahaan dengan pihak pengurus atau manajemen (Direksi) sebagai agen. Pemilik memiliki kepentingan agar dana yang diinvestasikan memberikan keuntungan (return) yang maksimal. Sedangkan pihak manajemen memiliki kepentingan terhadap perolehan insentif atas pengelolaan dana milik perusahaan”. (Widowati Soemantri, FH UI, 2010 dalam http://www.lontar.ui.ac.id).

         Disinilah letak ketertarikan kami, bahwa para pemegang tidak serta merta secara mudah mendapatkan deviden sesuai dengan banyaknya kepemilikan saham, tetapi melalui berbagai kerjasama yang baik dengan para pengelola atau manajemen perusahaan.